Tentukanlah Arah
Jalanmu
D-4
(2/4-1966)
Di depan pintu kantor
Yayasan Guangshao ada tulisan panjang, isinya berikut:
Dunia beraneka ragam,
akan mengalami banyak perubahan, anda harus mempunyai pandangan
luas; Tamu yang ada dalam ruangan juga beraneka ragam, mereka selalu berjalan
dengan arah berlawanan, anda harus menentukan arah jalanmu yang benar.
Manusia haruslah memiliki
jalan arah yang benar, bagaikan kapal harus mengunakan kompas. Arah jalan manusia ada 4 macam:
- Mengandalkan diri : orang yang menganggap memiliki kepintaran dan hidup dengan keegoan. Mereka menganggap memiliki kekayaan, moral, kesehatan dan pintar sudah cukup, bagaikan orang kaya yang bodoh (Luk 12:16-20).
- Mengandalkan orang: Mengandalkan kekayaan ayah dan kakak-kakaknya. Mengandalkan orang kaya dan kuasa.
- Mengandalkan Iblis: Mengandalkan keduniawian, hidup berfoya-foya dan berbuat hal-hal yang jahat. Orang demikian, tanpa ada rasa takut akan langit dan bumi, demikianlah mereka tidak takut akan Tuhan dan tidak takut akan manusia. (II Tim 3:1-5).
- Mengandalkan Tuhan: Manusia diciptakan Allah, memiliki roh dari Allah, oleh sebab itu manusia memiliki moral yang tinggi. Tetapi manusia selalu digoda oleh materi, selalu terjadi ketidakharmonisan, antara ayah dan anak atau antara saudara sendiri, atau antara suami isteri tidak selamanya hidup dengan rukun.
Syukur, ada Tuhan Yesus yang menjadi pengantara diantara manusia (Dia memisahkan
manusia dengan si Iblis), sehingga manusia dapat berhubungan dengan Allah, dan memiliki hubungan yang baik satu sama lain. Dengan kata lain, manusia tidak lagi
egois, hanya mau menaati kehendak Allah, sehingga antara manusia memiliki
hubungan harmonis dan sukacita.
Saat Tuhan Yesus
menyembuhkan seorang buta, Ia bertanya kepada orang buta itu, "Apa yang
kau kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang itu: "Tuhan,
supaya aku dapat melihat!". Marilah
kita minta pertolongan Tuhan Yesus, supaya kita juga dapat melihat arah jalan
kita yang benar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar