D 303 (last edit, 15 Jan 2014, by Hendrik dan Robert Sutjiadi)
SIKAP YANG WAJIB DIMILIKI PENCINTA TUHAN
Ayat bacaan : Mazmur 111:10 “Permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan , semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik, puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya".
Berbicara tentang sikap yang wajib dimiliki pencinta Tuhan, jikalau kita membuka Alkitab, maka kita dapat mengetahui bahwa dalam 1 Yohanes 4:19 dituliskan demikian: “Kita mengasihi karena Allah lebih dahulu mengasihi kami “. Roma 3:23 “ Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah"
Oleh karena itu, kita seharusnya binasa, “Akan tetapi Allah menunjukkan kasihNya kepada kita , oleh karena Kristus telah mati untuk kita ketika kita masih berdosa” (Roma 5:8 ). Nyatalah kasih Allah.
Hari ini kita berbicara tentang cinta Tuhan, jika bukan Tuhan yang terlebih dahulu mengasihi kita, menyelamatkan kita; bagaimana kita dapat bercerita tentang mengasihi Tuhan? Sekarang kita dapat berkata bahwa kita mengasihi Tuhan, bahwa itu semata-mata adalah rahmat hadiah dari Tuhan, dan kita tidak berbuat jasa apapun. Namun bagaimana kita harus mengasihi Tuhan? Ayat yang telah kita baca mengatakan bahwa ada tiga hal yang harus dipelajari, yaitu: kekaguman, kepatuhan, pujian.
Hari ini kita berbicara tentang cinta Tuhan, jika bukan Tuhan yang terlebih dahulu mengasihi kita, menyelamatkan kita; bagaimana kita dapat bercerita tentang mengasihi Tuhan? Sekarang kita dapat berkata bahwa kita mengasihi Tuhan, bahwa itu semata-mata adalah rahmat hadiah dari Tuhan, dan kita tidak berbuat jasa apapun. Namun bagaimana kita harus mengasihi Tuhan? Ayat yang telah kita baca mengatakan bahwa ada tiga hal yang harus dipelajari, yaitu: kekaguman, kepatuhan, pujian.
A. Kekaguman
Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, orang percaya yang mengasihi Tuhan harus takut akan Tuhan, itulah bijaksana. Jika segala-galanya tidak ditakuti, berarti manusiapun tidak akan ditakuti. Dia akan berbuat segala-galanya menurut keinginannya. Seorang yang sungguh percaya Tuhan, jarang ditemukan di penjara, karena orang yang sungguh percaya Tuhan takut pada Tuhan, tidak berani berbuat kejahatan, bagaimana mungkin dipenjarakan ? Yah benar, Yusuf pernah dipenjarakan, karena dicelakakan oleh majikannya. Sebenarnya Yusuf paling takut akan Tuhan, karena itu Tuhan memberkatinya menjadi perdana menteri Mesir. Daniel dan tiga temannya karena takut akan Tuhan, tidak takut pada manusia , walaupun dimasukkan ke dalam lubang singa dan perapian yang menyala-nyala. Tuhan tetap melindunginya. Petrus, Paulus dan Silas karena takut akan Tuhan, demi nama Tuhan dipenjarakan . Tuhan tetap mengawasinya. Orang yang takut akan Tuhan bukan saja tidak disakiti, juga tak akan kekurangan apapun.
Waktu penjajahan Jepang, seorang mohon saya menyembunyikan barang berharganya. Tetapi karena saya takut Tuhan, saya tidak berani melakukannya. Seusai perang dalam keadaan damai, ada seorang bermasalah mohon pertolongan saya dengan menyodorkan sejumlah besar uang , tapi saya menolak dan mengatakan bila demi uang saya melakukan apa yang engkau mohon, berarti saya melakukan bukan karena kasih Tuhan, melainkan karena uang. Jadi saya kembalikan uangnya. Akhirnya orang itu mengerti maksud saya dan mengambil uangnya kembali.
B. Kepatuhan
Orang yang bijaksana akan patuh pada perintah Tuhan. Dalam Yohanes 13 : 34 Yesus berkata, “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi, demikian pula kamu saling mengasihi, dengan demikian semua orang akan tahu bahwa kamu adalah murid-murid-Ku". Puji Tuhan, sebelum Yesus memberikan perintah-Nya, Dia sudah memberikan contoh. Di dalam Yohanes pasal 13, Dia membasuh kaki para murid-murid-Nya. Hal ini menegaskan bahwa tidak hanya berbicara atau mendengarkan, melainkan harus melakukan. Banyak orang hanya berbicara atau mendengarkan tetapi tidak mematuhi atau melakukan. Tuhan Yesus berkata :” seorang mempunyai dua anak, dia mengatakan kepada anak sulungnya, hari ini engkau pergi ke kebun anggur bekerja, anak sulung menjawab saya tidak mau pergi, tetapi setelah itu dia menyesal lalu pergi. Lalu orang itu berkata kepada anak bungsunya dengan kata-kata yang sama, anak bungsu menjawab, ya bapa saya pergi, tetapi sebanarnya dia tidak pergi.” Dari kedua anak ini, siapa yang mematuhi perintah ayahnya? Jawabannya adalah anak sulung. Jika anda mengasihi Tuhan, anda pasti mematuhi perintah Tuhan.
C. Pujian
Tuhan layak dipuji selama-lamanya. Umat yang mengasihi Tuhan, sering mengeluarkan ucapan pujian bagi Tuhan. Demi anugrah, kita memuji Tuhan. Dalam penderitaan juga memuji Tuhan. Tuhan layak dipuji selama-lamanya. Dalam Mazmur 103 Daud dengan puisi mengucapkan syukur kepada Tuhan. Daud mendapat damai dari pengampunan dosa, mendapat anugerah penyembuhan dari kesakitan, maka di ayat 1 dan 2 Daud mengatakan “ jiwaku ……….”. Daud tahu hati manusia tidak dapat diandalkan, makanya dia mengingatkan kita agar jangan melupakan rahmat anugrah Tuhan.
Banyak orang membutuhkan Tuhan, ketika mengalami penderitaan, dan begitu penderitaan itu sudah lewat, mereka melupakan Tuhan. Ada orang waktu senang puji Tuhan, waktu penderitaan meninggalkan Tuhan. Seharusnya dalam suka atau duka, kita tetap memuji Tuhan. Ayub sudah menang melewati pencobaan.
Banyak orang membutuhkan Tuhan, ketika mengalami penderitaan, dan begitu penderitaan itu sudah lewat, mereka melupakan Tuhan. Ada orang waktu senang puji Tuhan, waktu penderitaan meninggalkan Tuhan. Seharusnya dalam suka atau duka, kita tetap memuji Tuhan. Ayub sudah menang melewati pencobaan.
Jikalau saudara-saudara sekandung berbisnis dengan sehati dan bekerja sama, maka bisnisnya akan berkembang, walaupun saudara-saudaranya tersebar, seorang di Hong Kong, seorang di Jakarta, seorang di Surabaya, seorang di Makassar, seorang di Irian Jaya, dan yang lain ada di Eropa, betapa indahnya. Sebaliknya bila saudara-saudara saling mecelakakan satu sama lain, padahal orang tuanya masih hidup. Apalagi bila sebelum orang tuanya meninggal, saudara-saudara sudah merampas harta. Situasi ini disebabkan niat jahat dalam hati yang berasal dari setan.
Dalam Alkitab kita dapat saksikan kisah tentang Kain yang membunuh saudaranya Habel, karena iri hati. Ada juga Esau yang mengejar dan mau membunuh Yakub. Juga ada kisah tentang sepuluh saudara yang mau membunuh Yusuf saudaranya karena benci dan iri hati.
Contoh di atas disebabkan oleh persoalan keluarga yang rumit, antara lain: punya istri banyak, yang berkuasa menindas yang lemah. Di mana-mana kita dapat saksikan situasi seperti ini. Jika kita ingin agar audara-saudara dapat hidup rukun dan damai, maka caranya adalah dengan hanya dengan memiliki hati nurani yang murni.
Emperor Cao Pi ingin membunuh adiknya Cao Zhi. Pada suatu hari saudara-saudara berkumpul makan kacang, dalam benak Cao Pi timbul niat jahat. Dia mewajibkan Cao Zhi menciptakan sebuah puisi dalam batas waktu berjalan 7 langkah, jika Cao Zhi tidak dapat menyelesaikan puisi itu dalam waktu yang ditentukan, dia akan mendapat hukuman berat. Cao Zhi sambil berjalan sambil berpikir, pada langkah ketujuh Cao Zhi selesai membuat sebuah puisi sbb. “Kacang dimasak untuk mengeluarkan bijinya, kacang di dalam panci bersedih. Kami berasal dari akar yang sama, mengapa harus digoreng dengan terburu-buru, (goreng dengan api yang sangat panas )". Cao Pi mendengar puisi ini, karena merasa sangat malu, akhirnya membatalkan niat yang buruk ini. Dua saudara karena persoalan harta diperkarakan ke pengadilan, hakim menginterogasi kedua saudara, dan perintahkan kedua orang ini saling menyapa sebagai kakak dan adik. Dan akhirnya dengan sapaan ini menggugah hati nurani mereka.
Saudara hidup rukun adalah betapa indah, betapa baik dan betapa damai sejahtera. Hati ayahnya juga memperoleh kedamaian dan ia matipun rela. Bila keluarga bisa demikian, jemaat pun bisa demikian. Gereja masa kini banyak yang saling menyalahkan satu sama yang lain, tidak rukun. Di Hong Kong sebuah gereja yang sangat rohaniah, mereka bersengketa. Di Makassar sebuah gereja yang persoalannya dibawa ke pengadilan, sungguh memalukan nama Tuhan. Kiranya Tuhan sendiri mengajar setiap anak Tuhan.