Pencobaan
D-6 1933, 1968
Mat 4: 1-11 (last edit 05 Jan 2014, by Robert Sutjiadi)
Pencobaan bagaikan seorang mata-mata, yang menggunakan berbagai upaya dan
taktik untuk memperoleh informasi yang sebenarnya. Umpamanya Delila terus
menerus membujuk dengan kata-kata serta menggoda Simson agar supaya
dia mau mengungkapkan rahasia kekuatannya. Akhirnya Simson tergoda oleh
nafsu seks.
Yudas (Yoh 13:2, 27, 30, 18:3) memimpin pasukan untuk menangkap Yesus, karena digoda oleh uang
Kesimpulannya
bahwa seks dan harta merupakan sumbu peledak bagi pencobaan. Ia
selangkah demi selangkah menggoda kita sampai jatuh ke dalam jurang kegagalan. Kedua
orang tersebut di atas, seorang
murid Yesus dan seorang hakim-hakim. Mereka toh dikalahkan oleh pencobaan. Bukankah kita harus lebih hati-hati dan waspada?
I.
Orang duniawi tidak perlu digoda lagi
Matius 4:3 menunjukkan bahwa Pencoba itu adalah
Iblis. Ayat 5, 8, 11 tercatat Yesus dicobai oleh iblis. Allah sendiri tidak
mencobai siapapun (Yak 1:13).
Orang-orang duniawi selalu berada di bawah kuasa Iblis dan menjadi hambanya, sehingga mereka tidak perlu dicobai lagi. Hanya mereka yang telah meninggalkan Iblis dan menjadi anak Tuhan yang dapat membangkitkan rasa cemburu
bagi iblis, sehingga Iblis mau menggoda mereka kembali. Demikianlah asal mula dari pencobaan bagi
anak Tuhan (Yoh 15:19)
II.
Mahasiswa Teologia tidak luput dari pencobaan
Demi mempersiapkan diri
dalam karya
penyelamatan bagi dunia, Yesus berada di padang gurun selama 40 hari.
Datanglah Iblis mencobai Yesus
agar supaya Dia gagal.
Demikian juga kita dalam saat teduh membaca Firman Tuhan
dan berdoa untuk mempersiapkan diri bagi pekerjaan
penyelamatan jiwa-jiwa, tetapi kita jangan menyangka di tempat yang sunyi tidak ada
pencobaan, atau di dalam kampus sekolah teologia yang memiliki lingkungan baik, tidak ada pencobaan, melainkan pencobaan itu dapat datang menimpa kita di mana dan kapan
saja.
Sesudah kita mengatasi satu pencobaan, datang
lagi pencobaan yang berikut dan seterusnya. Jika semuanya sudah kita kalahkan, ia akan
meninggalkan kita untuk sementara waktu, tetapi nanti ia akan datang kembali mencobai kita lagi. Pencobaan Iblis kepada Tuhan Yesus sudah menjadi contoh bagi kita.
III.
Cara Iblis mencobai orang : Dari unsur jasmaniah sampai rohaniah.
1.
dari kecil sampai besar
2.
dari ringan sampai berat
3.
dari bawah sampai ke atas
4.
dari konkrit sampai abtrak.
A.
Pencobaan tubuh
Peribahasa mengatakan “makan adalah instinct utama bagi
manusia”. Filosofi demokrasi
mementingkan kebutuhan sandang pangan yang berhubungan dangan
tubuh manusia. Iblis menggunakan
pencobaan cara ini untuk mencobai anak-anak Tuhan. Banyak
anak-anak Tuhan telah gagal karena pencobaan ini.
Hawa kehilangan Taman Firdaus, Esau kehilangan
hak anak sulung, seorang nabi mati kerena semangkok nasi, dan Akhan gagal karena
tamak akan jubahnya Sinear yang indah. Kita sebagai penginjil, bukankah kita harus lebih berhati-hati?
Banyak pelayan Tuhan meninggalkan ladang Tuhan,
karena merasa lebih mudah mendapatkan uang secara duniawi. Bagaimana dengan kita sebagai
hamba Tuhan? Keadaan ekonomi gereja sangat minim, bagaimana sikap kita? Maka kita
harus lebih mawas
dan waspada.
B.
Pencobaan jiwa
Menimbulkan kesombongan dalam hati.
Raja Nebukadnezar karena kesombongannya, ia
makan rumput seperti lembu. Raja Saul
karena kesombongannya, ia disingkirkan. Raja Herodes karena kesombongannya, ia mati dimakan ulat.
Oleh sebab itu, seorang yang rendah
hati barulah dapat dipakai Tuhan,
apalagi seorang hamba Tuhan harus lebih rendah hati lagi.
Tuhan Yesus bersabda: “ Hatiku
lemah lembut dan rendah hati. Kamu mau memikul kuk-Ku dan meneladani saya”.
Jadi tanpa rendah hati seorang tak akan dipakai Tuhan.
C.
Pencobaan roh
Bila saudara cinta akan dunia ini, itu sudah dianggap menyembah Iblis,
karena ada orang yang menjadikan kebutuhan pangan sebagai Tuhannya. Ada juga orang yang menyembah Mormon.
IV.
Bagaimana dapat mengalahkan pencobaan
Berdoa, dipenuhi Roh Kudus dan menyimpan Firman
Tuhan dalam hati.
V.
Kebahagiaan bagi orang yang menang atas pencobaan
“Berbahagialah orang yang bertahan dalam
pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan
yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. (Yak 1:12)
Saudara-saudara, Yesus dalam medan pertempuran berhadapan dengan Si Pencoba, yaitu Setan tua yang berpengalaman. Hal ini jangan kita pandang enteng.
Setelah Yesus menang atas pencobaan ini, datanglah malaikat
melayani-Nya dan dilanjutkan dengan makan malam terakhir. Kemudian Yesus
menyelesaikan karya besar penyelamatan umat manusia. Kalau tidak demikian, manusia sudah tidak punya harapan.
Setelah memenangkan sebuah
pencobaan, akan menyusul pencobaan-pencobaan lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar