Kamis, 10 April 2014

D303 "SIKAP YANG WAJIB DIMILIKI PENCINTA TUHAN"

D 303 (last edit, 15 Jan 2014, by Hendrik dan Robert Sutjiadi)


SIKAP   YANG   WAJIB  DIMILIKI   PENCINTA TUHAN

Ayat  bacaan :   Mazmur  111:10 “Permulaan  hikmat  adalah  takut  akan  Tuhan ,  semua  orang  yang  melakukannya  berakal  budi  yang  baik, puji-pujian  kepada-Nya  tetap  untuk  selamanya".

Berbicara  tentang  sikap  yang  wajib dimiliki  pencinta Tuhan,  jikalau  kita  membuka  Alkitab, maka kita dapat  mengetahui bahwa dalam 1 Yohanes  4:19 dituliskan demikian: “Kita  mengasihi  karena  Allah  lebih  dahulu  mengasihi kami “.  Roma 3:23 “ Karena  semua  orang  telah  berbuat  dosa dan  telah  kehilangan   kemuliaan  Allah"

Oleh karena itu, kita seharusnya binasa, “Akan  tetapi  Allah  menunjukkan  kasihNya  kepada   kita , oleh  karena  Kristus  telah  mati  untuk  kita  ketika  kita  masih  berdosa” (Roma 5:8 ). Nyatalah  kasih  Allah.

Hari  ini  kita  berbicara  tentang  cinta Tuhan, jika  bukan Tuhan  yang terlebih dahulu  mengasihi  kita,  menyelamatkan  kita;  bagaimana  kita  dapat  bercerita tentang  mengasihi  Tuhan? Sekarang kita dapat berkata bahwa kita mengasihi Tuhan, bahwa itu  semata-mata adalah rahmat  hadiah  dari  Tuhan,  dan kita  tidak  berbuat  jasa  apapun. Namun  bagaimana  kita  harus  mengasihi Tuhan?  Ayat  yang  telah  kita  baca  mengatakan  bahwa  ada  tiga  hal  yang  harus  dipelajari, yaitu: kekaguman, kepatuhan, pujian.
                                                                                                                               
A.  Kekaguman
Takut  akan  Tuhan  adalah  permulaan  pengetahuan,   orang  percaya  yang  mengasihi  Tuhan  harus  takut  akan  Tuhan,  itulah   bijaksana.   Jika  segala-galanya  tidak  ditakuti,  berarti  manusiapun  tidak akan ditakuti.  Dia  akan  berbuat  segala-galanya   menurut  keinginannya.  Seorang  yang sungguh percaya  Tuhan, jarang   ditemukan   di penjara,  karena  orang yang sungguh  percaya Tuhan takut pada Tuhan,  tidak  berani  berbuat  kejahatan,  bagaimana  mungkin  dipenjarakan ?  Yah benar, Yusuf  pernah  dipenjarakan,  karena dicelakakan  oleh  majikannya.  Sebenarnya  Yusuf  paling  takut  akan   Tuhan,  karena  itu  Tuhan  memberkatinya   menjadi  perdana  menteri  Mesir.  Daniel  dan   tiga  temannya  karena  takut  akan  Tuhan,  tidak  takut pada manusia , walaupun  dimasukkan  ke dalam  lubang  singa  dan  perapian   yang  menyala-nyala. Tuhan  tetap  melindunginya.  Petrus, Paulus  dan  Silas  karena   takut  akan  Tuhan,  demi  nama  Tuhan  dipenjarakan .  Tuhan   tetap  mengawasinya.  Orang  yang  takut  akan   Tuhan  bukan saja tidak disakiti, juga tak akan  kekurangan apapun.                                              

Waktu  penjajahan  Jepang,  seorang  mohon  saya  menyembunyikan barang  berharganya. Tetapi karena  saya  takut  Tuhan, saya  tidak  berani melakukannya.  Seusai perang dalam keadaan damai,  ada seorang bermasalah  mohon pertolongan saya dengan  menyodorkan sejumlah  besar uang ,  tapi saya  menolak dan mengatakan bila demi  uang  saya  melakukan  apa  yang  engkau  mohon, berarti  saya  melakukan  bukan  karena kasih  Tuhan, melainkan karena uang. Jadi saya kembalikan uangnya. Akhirnya  orang  itu  mengerti  maksud saya  dan  mengambil uangnya kembali.

B.   Kepatuhan
Orang   yang  bijaksana  akan patuh pada perintah  Tuhan.  Dalam Yohanes  13 : 34  Yesus  berkata, “Aku  memberikan  perintah  baru  kepada  kamu, yaitu  supaya  kamu  saling   mengasihi,  demikian  pula  kamu  saling  mengasihi, dengan  demikian semua  orang  akan  tahu  bahwa  kamu  adalah  murid-murid-Ku". Puji Tuhan, sebelum Yesus  memberikan  perintah-Nya,  Dia  sudah  memberikan contoh.  Di dalam  Yohanes pasal 13, Dia  membasuh  kaki  para  murid-murid-Nya. Hal ini menegaskan bahwa  tidak  hanya  berbicara  atau  mendengarkan,  melainkan harus melakukan.  Banyak  orang  hanya  berbicara  atau  mendengarkan  tetapi  tidak  mematuhi atau melakukan.  Tuhan  Yesus  berkata :” seorang  mempunyai  dua  anak, dia   mengatakan   kepada   anak sulungnya, hari  ini  engkau  pergi  ke kebun   anggur  bekerja,  anak  sulung  menjawab  saya  tidak mau  pergi,  tetapi setelah  itu  dia  menyesal  lalu   pergi.  Lalu  orang  itu  berkata  kepada  anak   bungsunya  dengan  kata-kata   yang  sama,  anak  bungsu  menjawab,  ya  bapa  saya  pergi, tetapi sebanarnya  dia  tidak  pergi.”  Dari kedua anak ini,  siapa  yang  mematuhi  perintah  ayahnya?  Jawabannya  adalah   anak  sulung.  Jika  anda   mengasihi  Tuhan,  anda  pasti  mematuhi  perintah  Tuhan.

C.   Pujian
Tuhan  layak  dipuji  selama-lamanya.  Umat  yang  mengasihi  Tuhan, sering  mengeluarkan ucapan  pujian bagi Tuhan.  Demi  anugrah, kita  memuji  Tuhan. Dalam  penderitaan  juga  memuji  Tuhan.  Tuhan  layak  dipuji  selama-lamanya.  Dalam Mazmur  103  Daud  dengan  puisi  mengucapkan  syukur   kepada  Tuhan.  Daud  mendapat  damai   dari   pengampunan  dosa,  mendapat  anugerah   penyembuhan  dari  kesakitan,  maka  di ayat  1 dan 2  Daud  mengatakan “  jiwaku ……….”.  Daud  tahu  hati  manusia  tidak  dapat  diandalkan, makanya dia mengingatkan  kita  agar jangan   melupakan  rahmat anugrah  Tuhan.


Banyak  orang  membutuhkan Tuhan, ketika  mengalami   penderitaan,  dan begitu  penderitaan itu sudah  lewat,  mereka  melupakan   Tuhan.  Ada orang  waktu  senang  puji  Tuhan, waktu  penderitaan  meninggalkan  Tuhan.  Seharusnya  dalam   suka  atau duka,  kita tetap  memuji  Tuhan.  Ayub  sudah  menang  melewati  pencobaan.                             

Jikalau   saudara-saudara sekandung berbisnis dengan  sehati dan bekerja  sama, maka bisnisnya  akan  berkembang, walaupun saudara-saudaranya tersebar, seorang di  Hong  Kong, seorang   di  Jakarta,  seorang  di  Surabaya,  seorang  di  Makassar,   seorang  di  Irian  Jaya,  dan yang  lain ada  di Eropa,  betapa  indahnya.  Sebaliknya  bila saudara-saudara  saling  mecelakakan  satu sama lain,  padahal  orang  tuanya   masih  hidup. Apalagi bila sebelum orang tuanya meninggal,  saudara-saudara  sudah  merampas  harta. Situasi ini disebabkan niat jahat dalam hati yang berasal dari setan.                                                  

Dalam Alkitab kita dapat saksikan kisah tentang Kain  yang membunuh  saudaranya Habel, karena iri hati. Ada juga Esau yang  mengejar dan mau membunuh Yakub.  Juga ada kisah tentang sepuluh saudara yang  mau membunuh Yusuf saudaranya karena benci dan iri hati.         
                                                                                         
Contoh  di atas  disebabkan  oleh  persoalan  keluarga   yang  rumit,  antara lain: punya  istri  banyak,  yang  berkuasa  menindas  yang  lemah. Di mana-mana kita dapat saksikan  situasi  seperti  ini. Jika kita ingin agar audara-saudara dapat hidup rukun dan damai, maka caranya adalah dengan hanya dengan memiliki hati nurani yang murni.

Emperor  Cao  Pi  ingin   membunuh  adiknya  Cao  Zhi.  Pada  suatu  hari  saudara-saudara  berkumpul  makan  kacang,  dalam benak Cao  Pi  timbul niat jahat. Dia  mewajibkan  Cao  Zhi menciptakan sebuah puisi dalam batas waktu  berjalan  7  langkah,  jika  Cao  Zhi  tidak  dapat  menyelesaikan puisi itu dalam waktu  yang  ditentukan, dia  akan  mendapat  hukuman  berat.  Cao  Zhi   sambil  berjalan  sambil   berpikir,   pada  langkah  ketujuh  Cao   Zhi  selesai  membuat  sebuah puisi sbb. “Kacang  dimasak  untuk  mengeluarkan  bijinya,  kacang  di dalam  panci bersedih.  Kami  berasal   dari  akar   yang  sama,  mengapa  harus  digoreng   dengan   terburu-buru,  (goreng  dengan  api  yang  sangat  panas )".  Cao  Pi  mendengar   puisi  ini,  karena  merasa  sangat  malu,  akhirnya  membatalkan niat  yang  buruk  ini.  Dua  saudara  karena  persoalan  harta  diperkarakan ke  pengadilan,  hakim   menginterogasi  kedua  saudara, dan  perintahkan kedua orang ini saling menyapa  sebagai kakak dan adik. Dan akhirnya  dengan  sapaan  ini menggugah  hati  nurani   mereka.

Saudara  hidup rukun adalah   betapa  indah,   betapa  baik dan betapa  damai  sejahtera.  Hati  ayahnya  juga  memperoleh  kedamaian dan ia matipun rela.  Bila  keluarga bisa  demikian,  jemaat  pun  bisa  demikian.  Gereja  masa kini  banyak  yang  saling  menyalahkan  satu  sama  yang  lain,  tidak  rukun.  Di  Hong  Kong  sebuah gereja  yang  sangat   rohaniah,   mereka bersengketa.  Di Makassar sebuah gereja yang persoalannya  dibawa  ke pengadilan,  sungguh  memalukan   nama  Tuhan.  Kiranya   Tuhan sendiri   mengajar  setiap  anak Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar