Tentukanlah Arah
Jalanmu
D-4
(2/4-1966)-last edit 5 Jan 2015, by Robert Sutjiadi
Kerajaan
Allah sudah dekat.
Pada bingkai pintu gerbang
sebelah kiri dan kanan kantor Yayasan Guangshao terpancang sepasang pantun yang
berbunyi sebagai berikut:
Dunia beraneka ragam,
akan mengalami banyak perubahan, anda harus mempunyai pandangan
luas.
Orang dalam satu ruangan pun beraneka ragam,
mereka sering berjalan dengan arah
berlawanan, anda harus menentukan arah jalanmu yang benar.
Manusia harus memiliki arah jalan yang benar, bagaikan kapal harus memiliki kompas. Arah jalan manusia ada 4 macam:
I.
Mengandalkan diri :
Orang yang menganggap dirinya pintar dan mampu
serta hidup egoistis.
Mereka menganggap memiliki kekayaan, moral, kesehatan dan kepintaran sudah cukup, bagaikan orang kaya yang bodoh (Luk 12:16-20)
II.
Mengandalkan orang:
1.
Mengandalkan kekayaan ayah dan kakak-kakaknya
2.
Mengandalkan orang kaya dan orang yang berkuasa
III.
Mengandalkan Iblis:
Mengandalkan keduniawian, hidup berfoya-foya dan berbuat kejahatan.
Orang demikian, tanpa ada rasa takut akan langit dan bumi, demikianlah
mereka tidak takut akan Tuhan dan tidak
takut akan manusia. (II Tim 3:1-5)
IV.
Mengandalkan Tuhan:
Manusia diciptakan Allah, memiliki roh dari Allah, oleh sebab itu
manusia memiliki moral yang tinggi. Tetapi hubungan antara manusia sering digodai oleh materi yang
dapat merubah keadaan dan sering terjadi ketidakharmonisan antara ayah dan anak, atau antara saudara sendiri, atau antara suami
isteri, sehingga mereka tidak selamanya hidup rukun.
Syukur, ada Tuhan Yesus menjadi pengantara antara manusia (memisahkan
manusia dengan si Iblis) agar
supaya manusia dapat berhubungan dengan
Allah, sehingga hubungan antara manusia menjadi wajar dan baik. Dengan kata
lain, manusia tidak lagi egois, hanya mau menaati kehendak Allah, sehingga
antara manusia menghasilkan hubungan harmonis dan sukacita.
Saat Tuhan Yesus
menyembuhkan seorang buta, Ia bertanya kepada orang buta itu, "Apa yang
kau kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang itu: "Tuhan,
supaya aku dapat melihat!" Mari
kita minta pertolongan Tuhan Yesus, supaya kita juga dapat melihat arah jalan
kita yang benar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar