Kamis, 10 April 2014

D4 Tentukan Arah Jalanmu



Tentukanlah Arah Jalanmu
D-4  (2/4-1966)-last edit 5 Jan 2015, by Robert Sutjiadi

Kerajaan Allah sudah dekat.
Pada bingkai pintu gerbang sebelah kiri dan kanan kantor Yayasan Guangshao terpancang sepasang pantun yang berbunyi sebagai berikut:
Dunia beraneka ragam, akan mengalami banyak perubahan, anda harus mempunyai pandangan luas.
Orang dalam satu ruangan pun beraneka ragam, mereka sering berjalan dengan arah berlawanan, anda harus menentukan arah jalanmu yang benar.

Manusia harus memiliki arah jalan yang benar, bagaikan kapal harus memiliki kompas.  Arah jalan manusia ada 4 macam:

I.          Mengandalkan diri :
Orang yang menganggap dirinya pintar dan mampu serta hidup egoistis.
Mereka menganggap memiliki kekayaan, moral, kesehatan dan kepintaran sudah cukup, bagaikan orang kaya yang bodoh (Luk 12:16-20)

II.        Mengandalkan orang:
1.        Mengandalkan kekayaan ayah dan kakak-kakaknya
2.        Mengandalkan orang kaya dan orang yang berkuasa

III.     Mengandalkan Iblis:
Mengandalkan keduniawian, hidup berfoya-foya dan berbuat kejahatan.
Orang demikian, tanpa ada rasa takut akan langit dan bumi, demikianlah mereka tidak takut akan Tuhan dan  tidak takut akan manusia. (II Tim 3:1-5)

IV.     Mengandalkan Tuhan:
Manusia diciptakan Allah, memiliki roh dari Allah, oleh sebab itu manusia memiliki moral yang tinggi. Tetapi hubungan antara manusia sering digodai oleh materi yang dapat merubah keadaan dan sering terjadi ketidakharmonisan antara ayah dan anak, atau antara saudara sendiri, atau antara suami isteri, sehingga mereka tidak selamanya hidup rukun.
Syukur, ada Tuhan Yesus menjadi pengantara antara manusia (memisahkan manusia dengan si Iblis) agar supaya manusia dapat berhubungan dengan Allah, sehingga hubungan antara manusia menjadi wajar dan baik. Dengan kata lain, manusia tidak lagi egois, hanya mau menaati kehendak Allah, sehingga antara manusia menghasilkan hubungan harmonis dan sukacita.

Saat Tuhan Yesus menyembuhkan seorang buta, Ia bertanya kepada orang buta itu, "Apa yang kau kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang itu: "Tuhan, supaya aku dapat melihat!"  Mari kita minta pertolongan Tuhan Yesus, supaya kita juga dapat melihat arah jalan kita yang benar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar